Pajak oh pajak

Rabu pagi jam 07.25 saya sudah tiba di kantor, beberapa rekan kerja sudah datang dan sedang asyik terlibat obrolan serius setelah menyimpan bekal, kembali ke meja dan ikut nimbrung teman – teman. Lumayan kaget bukan kepalang karena ada teman seangkatan saya yang notabene pegawai baru karena baru 4th bergabung di perusahaan ini, harus mengganti pajak sebesar Rp. 300 juta, karena dia terlambat membuat penagihan yang sudah diserahkan vendor beberapa bulan sebelumnya. Melotot …mendelik…merinding mendengar tiga ratus juta rupiah dari kantong pribadi ;( , mengumpulkan uang sebesar itu dari gaji kerja selama 4 tahun ini pun jelas tak mungkin.

Peraturan baru di perusahaan tempat saya bekerja mengharuskan jika ada tagihan vendor yang terlambat penyerahan faktur pajak yang disebabkan oleh vendor / user harus ditanggung vendor / user tersebut. Ah…lagi – lagi urusan pajak belum juga hilang rasa jengkel mendengar setiap sore TV menyiarkan kasus korupsi yang dilakukan oleh orang – orang dibawah dirjen pajak. Negara membuat peraturan pajak yang sangat mencekik terutama buat kami rakyat jelata yang berpenghasilan tak seberapa, demi memenuhi kebutuhan hidup harus bekerja membabi buta, tak kenal lelah, belum lagi upah harus dipotong sekian persen untuk pajak yang lagi – lagi hanya untuk memenuhi nafsu bejat para penguasa yang gila harta, yang dengan semena – mena memakan uang kami rakyat jelata yang kami dapat dari mengais sampah …. (kayak syair lagunya bang IF saja). Sangat miris…

Hai para penguasa kami sangat tidak ikhlas jika uang kami yang kami dapat dengan susah payah, kalian gunakan untuk kepentingan pribadi kalian, ketahuilah kami membayar pajak bukan untuk itu…kami ingin negeri tercinta ini bisa sejajar n maju seperti negeri – negeri tetangga, yang dulu mereka belajar banyak dari kita untuk membangun negeri mereka, tapi lihatlah sekarang dimata dunia negeri kita bukanlah apa – apa, jawaban seperti apa yang akan kita berikan pada anak cucu kelak jika uang pajak kami yang seharusnya digunakan – untuk kemakmuran negeri ini hanya digunakan oleh kalian untuk memenuhi nafsu dunia kalian para penguasa. Tak ikhlas sungguh kami tak akan pernah ikhlas sampai dunia manapun kami tidak ikhlas……

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: