Pilpres Indonesia 2014

Ibarat dua sisi mata pisau itulah kemajuan teknologi & kebebasan demokrasi saat ini, termasuk kemajuan media informasi, media sosial, media publik, siapapun bisa mengeluarkan isi hati, isi kepala, bebas… mengeluarkan pendapat, mengeluarkan opini.
Pemilu Presiden di Indonesia untuk memilih Presiden ke-7 negeri ini telah berlangsung, Alhamdullillah pada saat Ramadhan & Alhamdulillah berbarengan dengan gelaran piala dunia yang bisa dijadikan sebagai peredam & pengalih perhatian terhadap kepentingan – kepentingan yang bertujuan memecah belah bangsa, Pemilu kali ini diikuti dua pasangan capres – cawapres no. 1 Prabowo Subiyanto – Hatta Rajasa & no. 2 Joko Widodo – Jusuf Kala
Diawali masa kampanye yang berlangsung kurleb 1 bulan yang lalu, pada saat itu media sosial berisi berbagai macam kampanye hitam, saling hujat, saling caci, saling serang opini, saling fitnah, saling membuka aib jagoan masing – masing. Pada waktu itu diadakan pula acara debat capres selama 5X yang hasilnya juga semakin menambah rame media sosial.
Begitu pula media masa baik TV maupun surat kabar, saya pribadi baru menjadi yakin bahwa berita yang mereka angkat sesuai keinginan yang membayar, dulu aku kira hanya isu, kini disaat masa pemilu tidak ada satupun media masa yang netral semua menyajikan berita sepihak, kebohongan publik, pembodohan publik, dengan tujuan mengarahkan suara ke salah satu capres yang membayar mereka, tidak jarang pula gara – gara mendukung calon berbeda putus pertemanan, putus silaturahmi, saling tidak tegur sapa, puncaknya terjadi penyerangan secara fisik ke salah satu TV swasta nasional yang dianggap memihak salah satu calon sangat mirissss…….
Mental bangsa ini masih kekanak – kanakkan, sekuat apapun mereka membela jagonya bukankah masing – masing dari kita masih tetap & harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga kita, silahkan berbeda seperti semboyan negara kita “Bhinneka Tunggal Ika” namun saat ini sepertinya warisan leluhur kita warisan pejuang – pejuang negeri ini yang rela mempertaruhakn segalanya termasuk nyawa untuk kemerdekaan negeri ini ternyata sudah hilang bukan luntur lagi tapi HILANG…….
Sampai dengan masa pencoblosan jika negara lain hasil quick count bisa dijadikan indikator siapa yang akan menang, di Indonesia beda masing – masing lembaga survey memenangkan timsukses capres yang membayar mereka, sampai pada masing – masing capres sudah mengumumkan kemenangannya masing – masing, betapa tidak dewasanya mereka menyikapi fenomena ini masing – masing ingin menang…… kenapa mereka tidak memperhitungkan efek dari statemen – statemen yang telah mereka umumkan terhadap stabilitas , keamanan, kedamaian negeri tercinta ini jika nanti hasil perhitungan resmi KPU berbeda, akankah tragedi tahun 1998 akan terulang lagi… berharap tidak, apalagi disaat Ramadhan semoga Allah melindungi negeri ini . Berdoa semoga siapapun yang menang dan kalah ibarat kompetisi piala dunia ada menang ada kalah, semoga yang menang bisa mengembankan amanah negeri ini membawa ke arah yang lebih baik, semoga yang kalah bisa dengan rela hati & ikhlas menerima kekalahan & tetap berjuang membangun negeri ini karena siapapun presidennya kalian adalah putra terbaik bangsa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: